Sunday, 24 January 2016

10 Tanda kalian adalah fans anime yang menyebalkan

Menjadi fans anime itu hak asasi boy. Siapa saja boleh menjadi fans anime apa aja. Mau tua, muda, kaya, miskin, Sarjana, Drop Out, Bangsawan, cecunguk, bebas-bebas saja menjadi fans anime. Mau jadi fans anime mainstream, anti mainstream, anime gokil atau anime centil, nggak ada yang ngelarang tuh! 

Tapi di luar sana ada saja fans anime yang menyebalkan. Bicaranya kasar, sok elit, sok tau, mbribiki, njuwawik, terserah kalian sebut apa saja mereka. Namun pastikan jangan sampai kalian bertemu dengan mereka. Menyebalkan pokoknya! Apalagi kalian sampai menjadi salah satu dari mereka. Amit amit dah!

Kenali ciri fans anime yang menyebalkan sebagai berikut, agar kalian bisa selamat dunia akherat:

1. Sok anti Mainstream.
Wuh, rasanya kalau kita cuma nonton One Piece sama Naruto, nggak boleh disebut pecinta anime. Harus nonton anime yang nggak tau apalah itu ceritanya baru dianggap pecinta anime. 

2. Mainstream gila
Nah yang ini kebalikannya. Nontonnya cuma Naruto, jadi ngerasa tau segalanya tentang Naruto. Kalau ada yang punya IMO tentang karakter baru misalnya. Mulutnya langsung becek. Kotoran dan ternaknya keluar semua. Padahal IMO nya juga nggak ada dasarnya. Tapi ngerasa yang paling bener. Yang lain, lewat!

3. Anti Dubbing
Pokoknya kalo nonton anime harus yang asli dubbing Jepang. Kalo ada anime yang tayang di TV pake dubbing Indo, dimaki-maki. Nggak cocok lah ini lah itu lah.

4. Pura-pura minta rekomendasi anime
Nah yang ini juga banyak tuh. Ceritanya dianya nggak tau pingin nonton anime apa lagi. Kita kasih deh rekomendasi anime yang menurut kita bagus. Eh, dianya bilang jelek, padahal belum nonton. Terus malah balik ngasih kita rekomendasi anime yang dia suka. Padahal kita dah nonton dan menurut kita ancur.

5. Anime yang bagus itu cuma yang gue suka
"Apaan anime kayak gitu ditonton. Anime jablay. Nonton tuh anime ini. Josh gandos! Selera lu payah banget sih!" Pernah nggak lu denger anak bilang gitu? Jauh-jauh deh!

6. Spoiler Mania
Nonton anime yang udah diceritain isi ceritanya full sama nih anak kan nggak asik kan ya?

7. Maksa orang buat nonton anime yang dia tonton
Dikit-dikit dianya cerita tentang anime yang dia suka. Alih alih merekomendasikan, dianya malah kayak maksa kita buat harus kudu nonton anime yang dia tonton. Nah loh!

8. Sok Ngomong Jepang
Ada sisi baiknya sih. Jadi berani nyoba belajar ngomong Jepang. Tapi... kalo dikit dikit ngomong bahasa Jepang Sub Anime yang dianya aja nggak gitu ngerti artinya, ya panas juga di kuping... Taunya cuma ikeh ikeh doank. Dikit dikit bilang ikeh ikeh... Lagian ikeh ikeh itu bahasa Jepang apa sih?

9. Sok jadi Kritikus
Ngasih rating anime nggak pernah di atas 6 dari 10. Penilaiannya cuma masalah dia suka atau enggak. Tapi lagaknya kayak tau kualitas anime.

10. Menebar kebencian
Ini nih yang paling bahaya. Dianya mungkin sebenarnya nggak suka suka amat nonton anime. Tapi biar keliatan pro anime, dianya coba menonjolkan diri. Dibilang kalau nggak suka anime nggak gaul. Anime lebih bagus dari Sinetron. Anime inilah itu lah... Aishhh...

Ngasih info boleh lah. Berpendapat dan nggak sependapat juga nggak masalah. Tapi bahasanya itu lho! Dijaga... ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons