Showing posts with label Review Anime. Show all posts
Showing posts with label Review Anime. Show all posts

Wednesday, 27 January 2016

Review anime Winter 2016: Boku dake ga Inai Machi

Satoru Fujinuma (29) memiliki kemampuan aneh yang membuatnya bisa mengulang waktu. Ketika akan terjadi sesuatu yang buruk di sekitarnya, Sotaru seolah mengalami De Ja Vu yang membuatnya kembali kemasa 5 - 10 menit sebelum kejadian buruk terjadi.

Hingga suatu ketika dirinya menemukan ibunya dibunuh di apartemennya dan dirinya dituduh sebagai tersangkanya. Saat dalam pelarian Sotaru kembali mengalami pengulangan waktu. 

Namun berbeda dengan biasanya. Alih alih kembali ke waktu saat ibunya belum dibunuh, Satoru justru kembali ke masa 18 tahun lalu saat dirinya masih kelas 6 SD. Tepat sebulan sebelum teman sekelasnya yang bernama Kayo Hinazuki meninggal karena dibunuh saat itu. 

Apakah ada hubungan antara pembunuh Hinazuki dan pembunuh ibunya? Apakah itu juga berkaitan dengan kemampuan aneh yang dimiliki oleh Satoru? 

Kini Satoru yang kembali menjadi anak kecil harus berjuang sendirian mencegah kematian Hinazuki  dan mengungkap siapa pembunuhnya agar ibunya di masa depan tidak mati dibunuh.

Anime Boku dake ga Inai Machi ini memiliki alur cerita yang serius dan terbilang berat meskipun tokoh utamanya adalah anak kelas 6 SD. Sangat tidak dianjurkan untuk ditonton oleh anak-anak dibawah umur.

Bagi penggemar anime bergenre misteri semacam Another atau seperti Detective Conan, sepertinya akan juga menyukai anime Boku dake ga Inai Machi ini. Saya pribadi sangat menikmati setiap detik dari ceritanya. 

Sekedar info tambahan, Boku dake ga Inai Machi saat ini juga tengah digarap versi Live Actionnya. Rencananya Live Action Boku dake ga Inai Machi akan ditayangkan Maret tahun ini.

Monday, 2 February 2015

Review Kuroko No Basket season 3 Episode 4

Review Kuroko No Basket season 3 Episode 4
Kagami terbangun dari tidurnya. Dirinya merasa sudah sangat siap untuk bertanding dengan Kise sore hari nanti. Eh, tunggu dulu. Ada yang bergerak di samping Kagami tidur. What the fuck!!! Alex tidur dengan telanjang bulat di ranjang yang sama dengan Kagami. Merasa risih karena gurunya itu selalu seenaknya saja tidur telanjang di kamarnya tanpa permisi, Kagami langsung membentak Alex, berlari mengambil pakaian Alex dan melemparnya ke muka Alex dengan jurus Meteor Jam. Shit!!!

Alex sudah memakai bajunya. Dia duduk di ruang makan menunggu sarapan yang sedang dibikin oleh Kagami. Sambil minum yang anget-anget Alex menanyakan kesiapan Kagami untuk pertandingan Semi Final Winter Cup sore nanti. Dan... Oh no!!! Sepatu basket satu-satunya milik Kagami jebol. Riko pasti marah besar.

Benar sekali. Riko marah besar saat Kagami menelponnya dan mengabari kalau sepatunya jebol, apalagi pertandingan semi final melawan Kaijo nanti sore setelah Rakuzan vs Shutoku. "Dasar bodoh, kenapa kamu cuma punya sepasang sepatu!!! Apa-apan kalian ini!!! Kenapa kalian bisa kompak dalam keadaan seperti ini!!!" bentak Riko selama di telepon Kagami. Tunggu. Kok "Kalian" ???. Oh, ternyata sepatu basket milik Kuroko juga rusak.

Sementara anggota tim Seirin yang lain naik kereta menuju lokasi pertandingan, Kuroko dan Kagami pergi ke kota untuk mencari sepatu basket baru. Di sebuah Toko, Kagami hampir saja menabrak seseorang waktu hendak menaiki anak tangga. Untungnya orang sangat lincah. Dia segera melompati Kagami dan Kuroko sebelum sempat bertabrakan. Orang tersebut mengenakan sebuah jaket olahraga yang di punggungnya tertulis "RAKUZAN".

Sepertinya sudah semua toko olahraga yang dikunjungi Kuroko dan Kagami. Apes, ukuran sepatu Kagami ternyata Limited Edition. Karena kaki Kagami yang begitu besar, tidak ada satu pun toko di kota tersebut yang mempunyainya. Opsi terakhir, Kuroko pun menelpon Momoi.

Tidak butuh waktu lama hingga si cantik Momoi memenuhi panggilan Kuroko. Peluk, cium. Itu yang langsung dilakukan Momoi begitu bertemu dengan Kuroko. Dan... oh tidak. Dua orang bodoh berkumpul. Ternyata Momoi datang bersama dengan Aomine.

Ternyata ukuran sepatu Kagami dan Aomine itu sama. Berbeda dengan Kagami, Aomine tidak hanya memiliki sepasang sepatu basket saja, tetapi banyak. Salah satunya persis seperti sepatu milik Kagami yang jebol tadi pagi.

Aomine memberikan sepatu miliknya tersebut kepada Kagami dengan satu syarat. Kagami harus mengalahkannya dalam 3 x pertandingan satu lawan satu dengannya. Oh busyet, Kagami langsung KO dengan telak. Ternyata Kagami memang bukan apa-apa jika tidak bertanding bersama dengan anggota timnya.

Meskipun Kagami kalah telak, Aomine tetap memberikan sepatu itu kepadanya. Kagami menolak, dia ingin berduel sekali lagi sampai dia menang, baru dia merasa pantas menerimanya. Namun sudah tidak ada waktu lagi. giliran Aomine yang ngotot dan memaksa Kagami untuk menerima saja sepatu itu. Haha...

Tim Seirin akhirnya sampai juga di stasiun kereta. Karena melengos, Riko menabrak seseorang beberapa langkah setelah keluar dari kereta yang dinaikinya bersama anggota tim seirin yang lain. Pria yang ditabrak Riko memiliki postur yang tinggi, dan mengenakan jaket olahraga yang dipunggungnya tertulis "RAKUZAN". Hyuga terbelalak, sepertinya dia mengenal dengan baik orang tersebut.

Di tempat lain, Kogenai dan dua orang rekannya yang mendapat tugas untuk membeli perlengkapan P3K, makanan, dan minuman bertemu dengan seorang pria aneh yang porsi makannya jauh lebih banyak ketimbang Kagami. Sepertinya dia ada hubungannya dengan Winter Cup.

Tetong!!! Pertandingan pertama Semi final winter cup dimulai. Mempertemukan tim Shutoku dengan tim Rakuzan. Dan benar, 3 orang yang ditemui oleh para anggota tim Seirin tadi adalah 3 member reguler tim Rakuzan. Dan ketiganya adalah teman seangkatan Kiyoshi yang juga memegang julukan "Uncrowned General". Shit!!! Tim monster macam apa Rakuzan ini?!?

Ada yang aneh. Itu yang dipikirkan oleh tim Shutoku sebelum pertandingan dimulai. Mungkin bagi kebanyakan orang akan berpikir tidak ada yang aneh dari Rakuzan. Namun para pemain yang sudah terbiasa dengan situasi dalam tim pasti bisa merasakannya. 

Keanehan pertama, Rakuzan terlihat bermain biasa-biasa saja, padahal berisi materi pemain yang terkenal mengerikan. Kedua, terdapat 3 anggota Uncrowned General yang sudah kelas 2, tetapi Kapten tim mereka justru seorang anak kelas satu yang baru bergabung yaitu Akashi Seijuro, sang pemimpin Kiseki No Sedai. Yang lebih aneh lagi, tidak ada yang protes dengan terpilihnya Akashi sebagai Kapten.

Pertandingan dimulai, Shutoku mendapatkan angka pertamanya dari long shoot 3 point Midorima. Takao mendapatkan kehormatan untuk menjaga Akashi Seijuro. Sebagai orang yang langsung berhadapan satu lawan satu dengannya, Takao dapat secara jelas merasakan aura yang mengerikan dari Akashi. Namun entah kenapa permainan Rakuzan masih terlihat biasa-biasa saja. Pasti ada sesuatu yang aneh, pikirnya. Pertandingan terus berlanjut tanpa ada pertempuran special hingga quarter pertama berakhir dengan skor 16 - 16.

Dan keanehan-keanehan tersebut akan segera terungkap. Pada sesi istirahat, pelatih Rakuzan tidak memberikan masukan apapun terhadap permainan Tim. Dia justru mengatakan semua berjalan sesuai dengan rencana awal. Dan rencana tersebut akan mereka lanjutkan berdasarkan perintah dari sang pembuat rencana, Akashi Seijuro.

Smentara di kubu Shutoku, sang pelatih mulai mengatakan analisisnya. Menurutnya permainan Rakuzan itu seperti shogi. Selama quarter pertama, Akashi dan kawan-kawan hanya memantau alur pertandingan saja. Dan diquarter kedua Rakuzan baru akan bergerak.

Pertandingan quarter kedua dimulai. Bola pertama menjadi milik Shutoku. Namun Midorima dijaga ketat oleh dua pemain Rakuzan. Seperti sudah mengira hal tersebut pasti akan terjadi, bola yang dipegang oleh Takao segera dioper ke Kimura.

Kimura berhadapan satu lawan satu dengan bocah yang hampir menabrak Kagami dan Kuroko di toko sepatu. Dari raut mukanya tidak terlihat rasa panik sedikitpun, meski Kimura berhasil melewatinya dnegan dribel yang cepat.

Karena gagal menjaga Kimura, pemain Rakuzan bernomor punggung itu mendapat teguran dari Akashi. Ternyata nama anak itu adalah Kotaro. Akashi mengancam Kotaro, jika dia gagal lagi, maka Akashi akan menggantinya dnegan pemain lain. Tidak ada ekspresi panik ataupun takut dari Kotaro, dia justru mengatakan bahwa dirinya tidak akan kalah dari siapapun soal dribling.

Kotaro berhadapan dengan Kimura lagi. Entah apa masksud dari kata-kata Kotaro. Setelah dia bilang "3 saja cukup," Kotaro langsung mendribel bola dengan sangat keras. Hingga memekakkan telinga. Ternyata kemampuan utama Kotaro adalah Dribble yang sangat cepat. Kecepatan yang tidak bisa dilihat celahnya lagi antara delay pantulan bola dari lantai ke tangan.

Kotaro berhasil melewati Kimura dengan begitu cepatnya. Di sisi lain, Akashi berkata kepada Midorima yang intinya bahwa untuk menang dalam pertandingan tersebut akashi bahkan tidak perlu turun tangan langsung menggunakan kekuatan matanya.

Demikian Review Kuroko No Basket season 3 Episode 4. Kalau penasaran dengan aksinya, silahkan langsung saja Nonton Streaming Kuroko No Basket season 3 Episode 4 Bahasa Indonesia.


Sunday, 25 January 2015

Review Kuroko No Basket season 3 Episode 3

Kuroko No Basket season 3 Episode 3 dimulai dengan kilas balik Haizaki setelah dikeluarkan dari tim basket Teiko. Melihat beberapa orang sedang main basket Haizaki merasa tertarik untuk ikut bermain guna mencuri teknik-teknik mereka. Kemampuannya yang di atas atas rata-rata membuatnya dengan mudah mempecundangi mereka.
Kuroko No Basket season 3 Episode 3

Para pemain basket tersebut kalah telak dan tak berdaya di tangan seorang anak SMP. Mereka lalu mengira bahwa Haizaki yang saat itu mengenakan seragam SMP Teiko sebagai salah satu Kiseki No Sedai. Mendengar kata "Kiseki No Sedai", Haizaki menjadi semakin muak dengan Tim Basket Teiko, karena setelah kepergiannya anggota reguler Tim Basket SMP Teiko mendapat julukan sebagai Kiseki No Sedai yang semua orang sangat mengaguminya. Haizaki pun berniat untuk merebut titel itu.

Kembali ke pertandingan Kaijo vs Fukuda Shogo. Haizaki berada di atas angin. Kise terlihat tak berdaya, seperti saat dikalahkan Haizaki waktu di SMP dulu dan cewek barunya direbut. Selain faktor mental, tidak banyak yang menyadari bahwa Kise juga mengalami cedera setelah pertandingan mautnya melawan Too Gakuen saat Interhigh.

Kagami merasa geram melihat Kise yang terlihat begitu lemah. Namun Kuroko lebih dulu berdiri, saat dia hendak berdiri untuk meneriaki Kise. Seolah memiliki pikiran yang sama dengan Kagami, Kuroko berteriak dengan lantang bahwa Kise pasti bisa mengalahkan Haizaki.

Mendengar teriakan Kuroko tersebut, Kise kembali ingat akan janjinya untuk melawan Seirin di semifinal. Kise pun bangkit dari keterpurukannya. Seolah menggertak balik, Kise mengatakan bahwa pertarungan mereka kali ini bukanlah tentang perebutan Titel atau balas dendam masa lalu, melainkan ada hal yang jauh lebih penting yang mengharusnya untuk menang. Yaitu janji bertarung dengan Seirin di semifinal.

Tidak hanya menggertak dengan kata-kata. Saat pertandingan dimulai kembali. Saat semua orang berfikir bahwa Kaijo akan melakukan serangan balik melalui serangan tim. Kise melakukan serangan yang sangat tidak terdua. Kise langsung melakukan Shooting yang tidak biasa. Shooting jarak jauh yang mematikan ala Midorima.

Semua orang terkejut menyaksikannya. Tidak hanya para penonton. Haizaki pun begitu terkejut melihat fakta bahwa Kise bisa meniru teknik milik Kiseki No Sedai lainnya yang Haizaki sendiri tidak pernah bisa mencurinya.

Pertandingan quarter ke-4 memasuki 5 menit terakhir. Kebangkitan Kise membuat pertandingan menjadi milik Kaijo sepenuhnya. Amukan Kise masih berlanjut. Kali ini dia menyerang dan menyarangkan bola dengan teknik tembakan tak beraturan milik Aomine.

Hal itu membuat Haizaki menjadi semakin murka. Haizaki menjadi semakin tidak memperdulikan lagi teman setimnya. Bola yang dipassing ke si botak direbutnya. Dibawanya sendiri bola ke depan dan menyarangkannya ke ring dengan teknik Scoup Shoot milik si botak. Haizaki sudah gila, bahkan teknik teman satu timnya sendiri pun dicurinya. Namun usahanya tersebut dimentahkan oleh Kise dengan teknik blocking Murasakibara. Haizaki menjadi semakin gila.

Kini Haizaki sudah tidak perduli lagi dengan pertandingan. Jika mengalahkan Kise adalah sesuatu yang mustahil, maka dia berniat menghancurkan Kise dengan pelanggaran. Mengetahui bahwa salah satu kaki Kise cedera, Haizaki berniat mengincarnya. Dengan membabi buta, Haizaki dengan sengaja menginjak kaki Kise yang cedera tersebut. Karena pergerakan yang terlalu cepat, wasit tidak bisa melihat pelanggaran yang dilakukan oleh Haizaki.

Namun ternyata itu tidak cukup untuk menghentikan amukan Kise. Sekali lagi, dunk Haizaki berhasil digagalkan Kise dengan teknik blocking Murasakibara. Seolah tidak merasakan sakit pada kakinya, Kise dan Kaijo melakukan serangan balik terakhir mereka. Dunk dari Kise menutup pertandingan dengan skor 75 -75 untuk kemenangan Kaijo. Kise berhasil menepati janijnya kepada Seirin, dan berhasil membuktikan bahwa dia memang pantas menjadi salah satu pemegang nama Kiseki No Sedai.

Haizaki masih belum puas. Usai pertandingan, dia bermaksud mencegat Kise di luar stadion. Namun niatnya tersebut keburu diketahui oleh Aomine. Kedua preman jalanan ini pun harus berhadapan satu lawan satu, tetapi kali ini bukan untuk duel basket.

Aomine memperingatkan Haizaki untuk tidak mengganggu Kise dan para pemain yang lain lagi. Namun Haizaki tidak mau menghiraukannya, malahan bersiap memukul Aomine. Namun, apa mau dinyana, yang preman jalanan bukan cuma Haizaki. Aomine pun sudah terbiasa dengan perkelahian jalanan. Satu pukulan keras Aomine dengan telak mengenai wajah Haizaki dan membuatnya tersungkur tak sadarkan diri. Emang dasarnya Aho-mine. Setelah memukulnya, Aomine malah bingung harus berbuat apa. Hingga akhirnya dia memilih untuk segera minggat dari tempat tersebut, membiarkan Haizaki tergeletak di tanah.

Setelah sadarkan diri, sepertinya Haizaki mulai sadar bahwa dirinya sebenarnya mencintai basket. Dia ingat saat dulu Kuroko mencegahnya membakar semua hal yang berhubungan dengan basket yang dia miliki. Saat itu dia mengabaikannya. Namun kali ini, niatnya untuk membuang sepatu basketnya, dia urungkan. Sepertinya dia sudah sadar, bahwa di dalam lubuk hati yang terdalam, dia mencintai Basket. Dan dia tidak ingin berhenti bermain Basket.

Selengkapnya, silahkan dilihat sendiri anime-nya di :

Friday, 23 January 2015

Review Aldnoah.Zero season 2 Episode 2

Review Aldnoah.Zero season 2 Episode 2
Aldnoah.Zero season 2 Episode 2 berjudul "The Beautiful and Damned". 

Putri Lemrina membangkitkan Aldnoah Drive pada puluhan unit robot tempur di pangkalan ruang angkasa tentara Vers yang mengorbit di dekat Bumi. Pertempuran terbesar untuk penaklukan bumi akan segera dimulai.

Raja Vers begitu bangga kepada Putri Asseylum karena sudah mengibarkan bendera perang penaklukan bumi. Hingga saat ini Raja Vers masih belum mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari Putri Asseylum yang asli. Yang selalu dia lihat adalah Putri Lemrina yang menyamar.

Di sisi lain, pasukan Bumi juga sedang mempersiapkan diri untuk perang. Deucalion sudah dipanggil untuk bergabung dengan markas tempur ruang angkasa untuk merencanakan sebuah peperangan. Para perwira sebenarnya masih kurang begitu yakin dengan kedatangan mereka mengingat sebagian besar kru Deucalion adalah anak-anak pelatihan.

Intrik semakin meluas di dalam kerajaan Vers. Alnoah drive pada Tharsis dimatikan saat Slaine hendak mengendarainya. Hanya satu orang yang bisa melakukannya yaitu Putri Lemrina. Slaine pun segera menemuinya untuk memohon agar Aldnoah Drive pada Tharsis dihidupkan kembali.

Percakapan panjang pun terjadi. Untuk menunjukkan bahwa Slaine benar-benar membenci manusia Bumi, Slaine menunjukkan bekas-bekas penyiksaan di punggungnya. Hal yang tidak diduga pun terjadi. Putri Lemrina mencium bibir Slaine. Ciuman dari Putri Lemrina tersebut memberikan kuasa kepada Slaine untuk membangkitkan sendiri Aldnoah Drive. Scene ini sekaligus menegaskan bahwa Inaho bisa membangkitkan Aldnoah Drive pada Deucalion karena pernah mencium bibir Putri Asseylum.

Ternyata diam-diam putri Lemrina memiliki rasa cemburu kepada Putri Asseylum dan berniat merebut segala yang pernah dimilikinya. Termasuk memiliki cinta Slaine.

Di kubu Bumi, Inaho sedang meneliti kemampuan lawan. Ternyata benar, mata kiri Inaho adalah perangkat elektronik. Dengan mata buatan tersebut, kemampuan analisis Inaho menjadi semakin detil. Bahkan hanya dengan melihat sekilas saja, Inaho bisa menebak apakah Inko berkata jujur atau bohong berdasarkan analisis jeniusnya.

Dengan kekuasaan yang semakin besar di tangannya, Slaine semakin bersemangat untuk menuju medan perang. Pertempuran terbesar di luar angkasa pun dimulai. Pesawat tempur Vers yang berteknologi Aldnoah Drive diluncurkan untuk melakukan penyerangan. Gempuran pesawat Vers tidak mampu ditandingi oleh teknologi khataprakh bumi.

Tidak ada satupun tembakan Kathaprakh Bumi yang berhasil mengenai pesawat tempur musuh. Dengan kondisi luar angkasa yang tidak beraturan, tembakan pasukan bumi selalu meleset. Berbanding terbalik dengan tembakan dari pesawat tempur Vers yang selalu tepat sasaran.

Tiba-tiba sebuah pesawat tempur Vers tertembak jatuh. Sebuah tembakan dari posisi yang sangat jauh berhasil mengenai satu demi satu pesawat tempur Vers. Slaine begitu terkejut mengetahui ada tembakan dari pasukan Bumi yang mampu menembak pasukannya.

Slaine segera mencari sumber tembakan hingga akhirnya menemukan bahwa tembakan tersebut berasal dari Khataprakh orange yang sangat dikenalnya. Slaine akhirnya menyadari bahwa "orange" masih hidup. Kedua jenius ini pun berhadapan satu lawan satu.

Dengan teknologi pemindai akhirnya Slaine mengetahui bahwa nama pilot khataprakh orange tersebut adalah Inaho Kaizuka. Inaho pun akhirnya juga mengetahui bahwa pilot yang dia beri sebutan "kelelawar" tersebut bernama Slaine Troyard.

Kedua jenius ini akhirnya bertemu kembali dalam pertempuran. Bedanya kali ini mereka berada dalam kubu yang berlawanan. Akankah pertemuan mereka dilanjutkan dengan pertempuran yang dahsyat??? Atau kah salah satu akan mundur terlebih dahulu untuk melihat situasi???

Penasaran dengan animenya??? Silahkan klik link di bawah ini untuk ...

Monday, 19 January 2015

Review Kuroko No Basket season 3 Episode 2

Kuroko No Basket season 3 Episode 2 dimulai dengan flashback saat Kiseki No Sedai sedang makan bersama di kantin SMP Teiko. Saat itu mereka baru saja masuk kelas 2 dan Kise masih belum bergabung dengan tim reguler.
Review Kuroko No Basket season 3 Episode 2

Saat tengah asyik makan bersama, Haizaki tiba-tiba datang dan mencomot satu bakso dari piring Kuroko. Aomine yang merasa jengah dengan sikap Haizaki yang selalu begitu, memperingatkan Haizaki. Namun Midorima segera balik memarahi Aomine karena Aomine juga juga sering bersikap seperti Haizaki. Prosesi makan yang tadinya damai berubah menjadi sedikit memanas dengan kedatangan Haizaki.

Dalam keributan tersebut, topik pembicaraan mereka tiba-tiba beralih membahas Kise yang baru saja naik ke Tim Utama. Perkembangan Kise yang luar biasa cepat karena hanya dalam 2 minggu sejak bergabung dengan tim basket sudah bisa masuk ke Tim Utama, sepertinya membuat Haizaki memiliki firasat buruk. Haizaki merasa bahwa dirinya tidak akan cocok dengan Kise Ryota.

Flashback berakhir, dan scene berubah ke pertandingan Winter Cup antara Kaijo melawan Fukuda Sogo. Kembali Haizaki mengatakan kalau dirinya tidak akan pernah cocok dengan Kise. Di sisi lain lapangan, Tim Seirin mulai membahas tentang masa lalu Kiseki No Sedai. Menurut Hyuga salah satu yang membuat Kiseki No Sedai begitu dibenci bukan dihormati pada masanya adalah karena tingkah Haizaki yang brutal, bukan karena tim yang terlalu kuat.

Pertandingan dimulai. Angka pertama menjadi milik Kaijo dengan lay up dari kapten Kasamatsu. Fukuda Sogo segera melakukan serangan balik, tetapi dunk Haizaki berhasil dimentahkan oleh Kise. Tanpa rasa bersalah, Haizaki menampar seniornya yang berkepala botak, dan menjadikannya sebagai kambing hitam dari kegagalan dunk-nya.

Kasamatsu merasa geram melihat tingkah Haizaki yang sama sekali tidak mempunyai rasa hormat kepada seniornya. Kasamatsu yang memegang bola segera menghampiri Haizaki untuk duel satu lawan satu. Dengan dribelnya yang super cepat, Kasamatsu berhasil melewati Haizaki dan mencetak angka berikutnya bagi Kaijo.

Ibarat membangunkan raksasa yang sedang tidur. Permainan Kasamatsu membuat Haizaki semakin memanas. Haizaki segera menyerang balik. Kise segera mencegatnya di depan. Tanpa diduga Haizaki melewati Kise dengan gerakan dribel yang sama persis dengan apa yang baru saja Kasamatsu tunjukkan.

Sempat tertegun sejenak, Kaijo segera melakukan serangan balasan.  Namun Fukuda Shogo tak berhenti menyerang. Kali ini si botak melakukan Scoup Shoot yang unik. Kaijo segera membalas melalui serangan Kise. Persis seperti apa yang si botak lakukan, Kise melakukan Scoup Shoot dan menambah poin bagi Kaijo.

Serangan Kaijo terus berlanjut. Kali ini tembakan unik dari Moriyama menembus ring Fukuda Sogo. Angka bertambah untuk Kaijo. Bola kembali masuk ke lapangan. Tindakan tidak terpuji lainnya dilakukan oleh Haizaki. Operan untuk rekan setimnya sendiri langsung dia serobot seenaknya. Bola yang berhasil direbutnya tersebut segera disarangkan ke ring Kaijo.

Semua orang kembali tertegun. Kali ini Haizaki menirukan gaya tembakan Moriyama dengan sangat sempurna. Semuanya mulai sadar jika Haizaki memiliki kemampuan yang sama dengan Kise. Namun Kuroko mengatakan kemampuan mereka tidaklah sama.

Fukuda Sogo terus melakukan serangan bertubi-tubi. Kaijo terlihat tidak berkutik. Serangan-serangan mereka seolah tidak seperti biasanya. Sementara Haizaki terus menyerang dengan gaya permainan orang lain. Fukuda Sogo berada di atas angin.

Dalam kondisi tersebut, Kise merasa harus melakukan sesuatu. Namun apa yang dilakukannya justru membuat suasana pertandingan menjadi terasa berat sebelah. Teknik milik Kasamatsu, Moriyama, Hayakawa, dan bahkan teknik yang sudah ditiru oleh Kise seolah tidak lagi berefek dalam penyerangan. Apa yang terjadi???

Teknik Kise dan Haizaki memang terlihat sama, tetapi sebenarnya sedikit berbeda. Hanya saja saat Kise menggantikan Haizaki di Teiko, Kise belum pernah sama sekali melihat gaya permainan Haizaki, karenaa Haizaki tidak pernah ikut latihan. Demikian kata Kuroko menjelaskan kepada teman-teman setimnya.

Menurut Kuroko, Haizaki tidak hanya meniru teknik lawan seperti yang dilakukan oleh Kise, melainkan menjadikannya teknik miliknya sendiri. Teknik lawan yang dia tiru diubah sedikit ritmenya. Meski secara sekilas terlihat sama, tetapi sebenarnya gerakannya sudah berbeda. Sehingga pemilik teknik yang asli sudah tidak bisa lagi menggunakannya dengan sempurna. Itulah alasan kenapa teknik Kasamatsu, Moriyama, dan Hayakawa sudah tidak bisa dilakukan oleh mereka dengan benar lagi. Dengan kata lain, kemampuan Haizaki adalah mencuri teknik orang lain, bukan sekedar menirunya.

Kaijo benar-benar terdesak. Kise yang kini sudah menyadari kemampuan Haizaki mulai tertekan. Sementara Haizaki semakin terlihat sombong dan memuakkan. Akankah Kaijo berhasil bangkit kembali??? Akankah Kise berhasil menemukan ritme permainannya kembali??? Ataukah dia memang harus menyerah dan menyerahkan gelar Kiseki No Sedai kepada Haizaki??? 

Silahkan lihat langsung di link berikut ini :

Saturday, 17 January 2015

Review Aldnoah.Zero season 2 Episode 1

Aldnoah.Zero season 2 Episode 1 dimulai dengan kilas balik di akhir season pertama saat Putri Asseylum ditembak mati Panglima Saazbaum. Kemudian Inaho ditembak oleh Slaine. Dalam kondisi yang serba tertekan tersebut Slaine terlihat begitu santai, sepertinya ada sesuatu yang sedang dia rencanakan.
Review Aldnoah.Zero season 2 Episode 1

Sembilan belas bulan kemudian, peperangan antara Bumi dan vers ternyata masih berlanjut. Secara mengejutkan Putri Asseylum yang pada awalnya menolak perang, justru mendeklarasikan perang melawan Bumi dengan alasan manusia bumi sangat tidak bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam bumi.

Sebuah pesawat luar angkasa yang diduga merupakan kapal dagang yang melintas di orbit Bumi diserang oleh 4 Kathaprakh pasukan Bumi. Saat kondisi semakin kritis, sesosok Kathaprakh yang kuat muncul dan menghancurkan Kathaprakh bumi dengan begitu mudahnya.

Ternyata itu adalah Slaine. Setelah lolos dari peperangan maut di Bumi, dan membawa pulang dengan selamat Panglima Saazbaum, ternyata Slaine diangkat menjadi seorang Ksatria, dan berhak menggunakan teknologi Aldnoah.

Kebali ke Bumi, sebuah Khataprakh dengan teknologi Aldnoah Drive yang berkekuatan pembeku menyerang dan mendekati posisi Deucalion yang kini dikuasai oleh pasukan Bumi. Apapun yang berada di sekitarnya dalam radius 1 km akan membeku dengan cepat. 

Yang mengejutkan adalah Deucalion masih tetap berfungsi dan dikendalikan oleh pasukan bumi meskipun Putri Asseylum sudah tidak ada. Padahal seperti yang kita tahu, Deucalion merupakan pesawat tempur dengan teknologi Aldnoah yang menggunakan sumber tenaga dari keturunan raja-raja Vers.

Khataprakh Bumi kewalahan dibuatnya. Yang tersisa tinggal 2 buah Kathaprakh yang dikendalikan oleh Inko dan Rayet yang melindungi Deucalion sebelum bisa tinggal landas. Pada saat-saat kritis tersebut, terdengar suara komando dari pilot Kathaprakh lain. Suara yang sudah sangat familiar di telinga Inko dan Rayet

Kathaprakh orange yang dulu dikendarai oleh Inaho masuk ke medan perang. Mengukur situasi dengan begitu detil dan cerdiknya, "Orange" segera menguasai situasi dan menemukan celah dari musuh. ternyata pilot Kathaprak tersebut adalah Inaho. Namun ada sesuatu yang berbeda di mata kirinya. Matanya terlihat seperti kamera.

Menggunakan bom peledak untuk memperlambat pembekuan, Inaho dan kathapraknya selangkah demi selangkah mendekati Kathaprakh musuh, hingga akhirnya bisa mencapainya dan menghancurkannya dalam sekali tembakan tepat pada ruang kendalinya.

Ternyata saat episode terakhir season 1, Inaho tidak mati. Dalam kondisi sekarat akibat tembakan Slaine di kepalanya, Inaho diselamatkan oleh Inko, dan Yuki. Sedangkan Slaine berhasil kabur menggunakan Kathapraknya membawa tubuh Putri Asseylum dan Panglima Saazbaum. Alih-alih menembak mati Saazbaum, ternyata Slaine justru mengajukan penawaran untuk menyelamatkannya dan melarikan diri dari ke Tharsis.

Setelah Slaine berhasil kabur, Inko dan Yuki membawa Inaho ke dalam ruang kendali Deucalion. Sepertinya tembakan Slaine tepat mengenai mata kiri Inaho, tetapi tidak berhasil merenggut nyawanya. Untuk menyelamatkan nyawanya, Inaho harus segera mendapatkan penanganan medis yang serius. Namun sayang Deucalion sudah tidak aktif lagi. Aldnoah Drive pada Deucalion mati karena sudah tidak ada lagi putri Asseylum.

Pada saat genting tersebut, Yuki menyadari bahwa darah yang membasahi tubuh Inaho bukanlah berasal dari lukanya saja. Itu adalah cipratan darah orang lain, yang tidak lain adalah darah Putri Asseylum. Tubuh Inaho tiba-tiba bercahaya, membangkitkan kembali tenaga Aldnoah Drive. 

Yuki ingat saat Putri Asseylum pernah hampir mati karena dibunuh di kamar mandi, Inaho pernah memberikan pernafasan buatan. Tidak jelas karena ciuman tersebut atau karena darah Asseylum yang menempel di tubuh Inaho yang membuat Inaho mampu membangkitkan Aldnoah Drive. Menyadari hal itu, Yuki segera menempelkan ujung jari Inaho ke Aldnoah Drive. Dan secara ajaib, Deucalion kembali aktif. 

Sementara itu, kembali ke masa sekarang, Slaine memasuki sebuah ruang yang terlihat seperti sebuah ruang pengobatan. Di dalam sebuah tabung besar terdapat sesosok tubuh wanita yang sedang koma. Itu adalah tubuh Putri Asseylum yang asli. Sementara Putri Asseylum yang berbicara di konferensi pers adalah Putri Lemrina yang menyamar, sebagai sebuah skenario yang dilakukan oleh Slaine dan Panglima Saazbaum.

Apakah Inaho sekarang memiliki darah keturunan raja Vers di tubuhnya??? Apakah mata kiri Inaho yang terlihat seperti kamera itu adalah sebuah mata Cyborg??? Dan apakah sebenarnya yang direncanakan Slaine??? Kita tunggu kelanjutannya dalam Aldnoah.Zero season 2

Penasaran seperti apa animenya??? Bisa ditonton dengan mengklik link di bawah ini :

Review Kuroko No Basket season 3 Episode 1

Kuroko No Basket season 3 sudah mulai ditayangkan awal Januari 2015, sesuai rencana awal. Ada yang menarik dari Episode pertama Kurobas season 3 ini. Berikut adalah ulasan otaku Indonesia mengenai Episode pertama Kuroko No Basket season 3 :
Preview Kuroko No Basket season 3 Episode 1

Kuroko No Basket season 3 dimulai dengan intermeso setelah pertandingan Seirin dengan Yosen berakhir. Beberapa adegan merupakan adegan tambahan yang tidak ada di dalam manga originalnya. 

Tim Seirin yang baru saja berhasil mengalahkan Yosen diundang untuk melakukan sesi wawancara dengan sebuah majalah olahraga. Mirip dengan OVA-nya, adegan ini penuh dengan banyak candaan. Seperti Izuki yang dengan polosnya mengatakan kalau di Uruguay banyak orang yang memiliki kemampuan Eagle Eye. Alasannya karena dalam pengucapan orang Jepang kata "Uruguay" terdengar mirip dengan "Eagle Eye".

Semua anggota tim terlihat sangat gugup. Kagami dengan begitu bodohnya mengatakan bahwa dalam pertandingan berikutnya dia pasti akan bisa mengalahkan Aomine, padahal pada kenyataannya dia memang sudah mengalahkan Aomine.

Mitobe tetap berbicara ala "Master Limbad" saat ditanya wartawan, sehingga Kogenai memanfaatkan kondisi tersebut untuk ikut eksis dengan menerjemahkan kata-kata Mitobe. Mungkin hanya Kuroko yang bisa berbicara normal dan terlihat tidak gugup, meski wartawan hampir saja melupakan keberadaannya.

Setelah sesi wawancara yang cukup konyol berakhir, cerita kembali ke jalur yang benar. Kagami diminta Kuroko untuk menyusul Himuro. Pada saat bersamaan, Himuro yang tengah bersama dengan Alex di luar GOR kedatangan tamu tak diundang.

Sosok yang kemudian diketahui bernama Haizaki tersebut bertingkah sangat tidak sopan. Tidak puas menggoda Alex dengan kata-kata yang tidak sopan, Haizaki mencoba mendekati Alex. Tidak senang dirinya dilecehkan, Alex mencoba melawan. Namun ternyata itu memperburuk masalah.

Himuro yang sadar kalau Haizaki adalah salah satu atlet yang akan bertanding mencoba untuk membantu Alex. Himuro pikir atlet tidak akan berkelahi karena bisa didiskualifikasi dari pertandingan kalau ketahuan pihak penyelenggara. Ternyata dugaannya salah. Haizaki tidak peduli dengan aturan dan dengan brutalnya menyerang Himuro dan Alex.

Kagami datang tepat saat Haizaki mencekik leher Alex. Bersama dengan Himuro, Kagami hendak berantem dengan Haizaki karena sudah menyakiti Alex. Saat perkelahian hendak dimulai, sebuah bola basket melayang lurus ke arah Haizaki yang dengan cekatan menangkapnya menggunakan satu tangan.

Kise datang. Bola yang dilemparnya tersebut merupakan sebuah tantangan kepada Haizaki. Ternyata Kise dan Haizaki memiliki masa lalu yang kelam di Teiko. Saat SMP, posisi Haizaki di tim reguler Teiko digantikan oleh Kise saat kelas 2. Dan Haizaki pun dikeluarkan secara paksa oleh Akashi karena tindakannya yang sesuka hati.

Haizaki yang merasa dipecundangi tersebut ternyata menaruh dendam kepada Kiseki No Sedai, terutama Kise. Dan pada pertandingan perempat final Winter Cup, tim Kise akan berhadapan dengan tim Haizaki.

Sebagai salah satu mantan anggota tim inti Teiko, tentu kemampuan Haizaki tidak bisa dianggap remeh. Lalu, seperti apa cerita selanjutnya??? Akankah Kise berhasil mengalahkan Haizaki??? Dan seperti apa sebenarnya kemampuan khusus mantan anggota inti Tim Basket Teiko ini??? Kita tunggu saja di episode berikutnya Kuroko No Basket season 3.

Bagi yang penasaran melihat kisahnya. Kalian bisa melihat video streamingnya di link Berikut ini : Kuroko No Basket season 3 Episode 1 Bahasa Indonesia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons